Bilingual 

CARA MENCAPAI TARGET PENJUALAN


1.    Menetapkan kapan dan memperjelas semuanya
Jika Anda ingin mencapai target penjualan, tetapkan kapan target itu akan terjadi, tetapkan saja tidak peduli apakah Anda sudah mampu atau belum pada saat itu. Menetapkan kapan itu tidak dipungut bayaran koq. Semakin jelas, semakin baik. Misalnya “saya ingin omzet mencapai 150 juta sebulan mulai bulan Agustus 2013”. Jadi jelas berapanya dan jelas kapannya. Contohnya kita ke travel agent dan bilang “pesan tiket ya” Apa yang Anda dapatkan? Tidak ada. Akan lain ceritanya kalau Anda memesan tiket dengan sangat jelas: untuk kapan, tanggal berapa, jam berapa, ke kota mana, pesawat apa, kelas apa, cara bayar seperti apa, dan untuk berapa orang. Begitulah, semakin jelas, semakin baik. Jadi untuk menetukan target atau GOAL harus memenuhi kaidah  “SMART” (specific/ jelas , Measurable/ terukur, Achiaveble/ bisa tercapai, realistic/realistis & time base /penentuan waktu)
2.    Memantaskan diri
Setelah memohon do’a kepada Allah Yang Maha Kuasa tentang target omzet yang kita inginkan, berikutnya yang harus kita lakukan adalah memantaskan diri, bukan hanya sekedar memantaskan diri, tapi memantaskan diri di hadapan Yang Maha Menilai. Maka,
a.    Ibadah A ditingkatkan
b.    Ibadah B dilipatgandakan
c.    Ibadah C dirutinkan (sebelumnya jarang-jarang)
d.    Ibadah D dirutinkan (sebelumnya, hampir-hampir tidak pernah)


Pantaskan diri kita kalau kita layak mendapatkan omzet Rp 150 juta sebulan. Memantaskan diri dengan cara memperbaiki kualitas internal, menghasilkan produk dengan kualitas terbaik, memberikan pelayanan yang terbaik, mendidik karyawan dengan baik dan benar, menjaga kondisi outlet agar nyaman, mengenal pelanggan dengan baik, melakukan promosi dengan tepat dan lain-lain (dibuatkan checklist lebih lengkap disiapkan oleh Amazy pusat)
Contohnya ada seorang anak ingin punya sepeda. Lantas apa tanggapan ayahnya?
Pantaskan ilmunya, ini bermaksud, belajarlah bersepeda, walaupun belum punya sepeda
Pantaskan uangnya. Ini bermaksud, menabunglah. Rutinkan tiap minggu atau tiap bulan, walapun tabungan selama setahun sekalipun tidak cukup untuk membeli sebuah sepeda
Memang, tabungan itu tidak cukup, bahkan tidak akan pernah cukup. Namun, karena melihat kesungguhan si anak dalam belajar bersepeda dan menabung, maka sang ayahlah yang kemudian mencukupkan.
Begitulah, jika kita sudah berusaha memantaskan diri, sudah berusaha dengan sekuat tenaga dan kita sangat menginginkannya, maka nanti Allah yang maha kaya yang akan mencukupkan.

KOMENTAR