Bilingual 

PELATIHAN UNTUK MEMOTIVASI KARYAWAN DI DALAM PELUANG USAHA RESTORAN

Banyak orang berpendapat bahwa menjalankan peluang usaha restoran itu mudah dan cepat mendatangkan keuntungan, sebenarnya pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar, tapi juga tidak salah. Seperti halnya bisnis lainnya, dalam mengelola bisnis franchise atau peluang usaha restoran diperlukan sistem dan prosedur yang benar, serta fungsi kontrol (kontrol terhadap mutu makanan/ minuman, pelayanan dan produksi, kontrol sumber daya manusia). Tanpa fungsi kontrol yang baik, maka sebaik apapun sistem dan prosedur yang dijalankan, restoran bisa jadi ”asal jalan” yang pada akhirnya akan berdampak pada tutupnya restoran tersebut.

Mengapa sering terjadi restoran hanya beroperasi satu tahun atau dua tahun kemudian tutup? Problem utama perusahaan yang menjalankan peluang usaha restoran tersebut adalah manajemen pengelolaannya yang tidak terkontrol dengan baik, karyawan restoran sering kali hanya bekerja baik bila dilihat oleh atasannya. Kalau ada restoran yang gagal atau belum berhasil, masalahnya pasti timbul dari dalam (internal problem) seperti sumber daya manusia (sdm) yang kurang berkualitas atau kurang pembinaan untuk menjadi berkualitas, baik dalam pengolahan produk, penerapan standar pelayanan sampai tidak berfungsinya bagian administrasi sebagai alat kontrol perusahaan.

Untuk mengetahui masalah karyawan, pertama-tama harus diperiksa, apakah kebutuhan dasar yang dibutukan karyawan seperti imbalan financial yang pantas, makan serta transport sudah terpenuhi. Bila kita yakin bahwa problem diatas sudah terpenuhi dengan baik, setidaknya karyawan sudah merasakan “keamanan awal” bekerjasama dengan kita. Dari sinilah program motivasi kepada karyawan dapat dilakukan.

2 jenis motivasi kepada karyawan:

Yang pertama adalah “Attitude motivation” yang berarti motivasi yang berasal dari sikap mental internal yang baik. Kita harus sangat aktif untuk membangun motivasi jenis ini kepada karyawan, dengan jalan sesering mungkin memberikan pencerahan dan keteladanan. Karyawan yg sudah terbangkitkan sikap mentalnya secara positif, akan terus bekerja giat tanpa harus diperintah, tanpa harus diawasi dan tanpa harua ada atasannya di dekatnya. Pencerahan dan keteladanan kepada karyawan dilakukan secara berkesinambungan, agar motivasi sikap mental mereka terbentuk dengan baik.

Bentuk motivasi yang kedua adalah “Self Defense Motivation” atau motivasi membela diri. Dasar pemikirannya adalah orang akan terbangkitkan motivasinya untuk membela diri, apabila ybs. merasa kepentingannya terusik atau terancam. Sebagai contoh, apabila usaha kita sebagai tempat mereka bekerja sekarang tidak mampu bersaing dan harus gulung tikar,  maka karyawanpun akan kehilangan nafkahnya. Atas dasar inilah, kita dapat meminta mereka untuk lebih sungguh-sungguh meningkatkan daya kerjanya, lebih sigap melayani pembeli serta lebih piawai mengasah kemampuan teknis. Dengan memberikan daya semangat juang tadi, karyawan dengan serta merta mengikuti kemampuan kita untuk bekerja lebih keras.

Semoga tips ini bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis restoran, bisnis franchise maupun yang sedang mencari peluang usaha restoran

KOMENTAR